KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari (Unismuh Kendari), khususnya Fakultas Vokasi, resmi meluncurkan proyek pembangunan dan renovasi fasilitas infrastruktur kampus yang ambisius pada Selasa, 09 April 2026. Proyek senilai Rp 87 miliar ini merupakan komitmen jangka panjang institusi dalam meningkatkan standar pendidikan vokasi di kawasan Sulawesi Tenggara.
Peluncuran proyek pembangunan tersebut disaksikan langsung oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. Ir. H. Jamaluddin, M.Sc., beserta para wakil rektor, dekan Fakultas Vokasi, perwakilan dewan pengawas, dosen, mahasiswa, dan media massa lokal. Acara yang berlangsung di halaman utama Fakultas Vokasi ini menandai babak baru dalam transformasi infrastruktur akademik kampus.
Menurut dokumentasi resmi yang diperoleh media, proyek pembangunan ini mencakup beberapa komponen utama, di antaranya adalah konstruksi gedung laboratorium terpadu senilai Rp 32 miliar, renovasi perpustakaan digital Rp 18 miliar, pembangunan pusat pelatihan dan magang industri Rp 22 miliar, serta peningkatan sistem utilitas dan jaringan infrastruktur pendukung sebesar Rp 15 miliar. Keseluruhan proyek dijadwalkan selesai dalam dua tahun, dengan tahap pertama ditargetkan rampung pada akhir tahun 2026.
### Latar Belakang Kebutuhan Mendesak
Pembangunan infrastruktur kampus ini menjadi keharusan seiring dengan peningkatan signifikan jumlah mahasiswa Fakultas Vokasi dalam lima tahun terakhir. Data administrasi akademik menunjukkan bahwa jumlah mahasiswa aktif di Fakultas Vokasi meningkat dari 1.247 mahasiswa pada tahun akademik 2021/2022 menjadi 3.156 mahasiswa pada tahun akademik 2025/2026, mencerminkan pertumbuhan sebesar 153 persen.
Pertumbuhan dramatis tersebut membuat fasilitas existing menjadi tidak memadai. Laboratorium perikanan, laboratorium agribisnis, bengkel otomotif, dan ruang praktik pariwisata yang ada saat ini telah mencapai kapasitas maksimal. Lebih lanjut, beberapa peralatan praktik sudah mengalami keausan dan perlu diperbarui mengikuti standar industri terkini.
“Kami memahami bahwa kualitas pendidikan vokasi tidak hanya diukur dari kurikulum yang baik, tetapi juga dari ketersediaan fasilitas praktik yang memadai dan sesuai dengan ekspektasi industri,” ungkap Dekan Fakultas Vokasi, Dr. Ir. Nurul Qur’ani, M.T., dalam pidato peluncuran proyek pada pukul 09.00 WITA.
Senada dengan itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. H. Moh. Ridho Pratama, M.Si., menambahkan bahwa investasi infrastruktur ini sejalan dengan visi jangka panjang universitas untuk menjadi lembaga pendidikan vokasi terdepan di kawasan timur Indonesia dalam lima tahun ke depan.
### Komponen Utama Pembangunan
1. Gedung Laboratorium Terpadu
Gedung laboratorium terpadu menjadi flagship project dalam inisiatif pembangunan ini. Struktur bangunan berlantai empat dengan total luas 4.800 meter persegi ini akan menampung lima laboratorium khusus, yakni laboratorium perikanan budidaya, laboratorium pengolahan hasil perikanan, laboratorium agribisnis berkelanjutan, laboratorium teknologi otomotif, serta laboratorium simulasi pariwisata dan perhotelan.
Setiap laboratorium dirancang dengan standar internasional dan dilengkapi peralatan praktik terkini. Laboratorium perikanan budidaya, misalnya, akan memiliki kolam fish tank indoor system dengan teknologi recirculating aquaculture systems (RAS) yang memungkinkan mahasiswa belajar langsung tentang budidaya ikan modern. Sementara itu, laboratorium pengolahan hasil perikanan akan dilengkapi cold storage room, sterilization chamber, dan packaging equipment berstandar SNI.
“Kami tidak hanya membangun laboratorium biasa, tetapi menciptakan ekosistem pembelajaran yang terintegrasi dengan kebutuhan industri nyata. Setiap peralatan dipilih berdasarkan konsultasi dengan asosiasi industri terkait,” jelas Dr. Nurul Qur’ani, yang sebelum menjabat dekan pernah bekerja di sektor perikanan selama delapan tahun.
2. Perpustakaan Digital dan Learning Commons
Proyek renovasi perpustakaan senilai Rp 18 miliar ini akan mentransformasi perpustakaan konvensional menjadi perpustakaan digital modern dengan konsep learning commons yang kolaboratif. Ruangan seluas 2.000 meter persegi akan dilengkapi 150 workstation computer, 40 private study pods, area presentasi interaktif, serta server room dengan kapasitas digital archive mencapai 10 terabyte.
Perpustakaan baru akan mengadopsi sistem manajemen perpustakaan berbasis artificial intelligence yang memudahkan pencarian literatur, akses jurnal internasional, dan pembelajaran mandiri. Fasilitas ini juga akan membuka akses ke jutaan judul e-book dan e-journal melalui consortium dengan perpustakaan universitas-universitas internasional.
3. Pusat Pelatihan dan Magang Industri
Komponen ketiga, pusat pelatihan dan magang industri, akan menjadi jembatan langsung antara dunia akademik dan industri. Fasilitas seluas 3.200 meter persegi ini akan menyediakan ruang simulasi kerja yang identik dengan lingkungan industri sesungguhnya, mencakup unit pengolahan perikanan mini, demo farm agribisnis, workshop otomotif mini, serta reception area dan kitchen lab untuk program pariwisata.
Pusat ini juga akan dilengkapi dengan 40 kamar asrama untuk mengakomodasi program magang intensif serta kantor-kantor mitra industri yang akan berkolaborasi dalam pendidikan praktis mahasiswa.
### Proyeksi Dampak dan Manfaat
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. Ir. H. Jamaluddin, M.Sc., menekankan bahwa proyek ini akan membawa dampak multidimensional bagi pengembangan institusi. “Dengan infrastruktur yang lebih baik, kami yakin dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, menarik dosen-dosen berprestasi, serta membuka peluang penelitian yang lebih luas,” ujar Prof. Jamaluddin dalam wawancara eksklusif usai acara peluncuran.
Lebih spesifik, universitas menargetkan peningkatan capaian pembelajaran mahasiswa sebesar minimum 15 persen dalam dua tahun pertama setelah fasilitas beroperasi. Target ini didukung oleh rencana perekrutan 25 dosen baru dengan kualifikasi S2/S3 dan pengalaman industri, serta penguatan kerja sama dengan 50 mitra industri baru.
Kepala Bagian Perencanaan dan Pengembangan Kampus, Ir. Suryanto, M.T., menambahkan bahwa dampak ekonomi lokal juga akan signifikan. “Selama masa konstruksi selama 24 bulan, proyek ini akan menciptakan sekitar 400 lapangan kerja lokal, baik untuk tenaga kerja terampil maupun tidak terampil. Kami berkomitmen mengutamakan pekerja lokal dari Kendari dan sekitarnya,” ungkapnya.
### Perspektif Mahasiswa dan Akademisi
Mahasiswa Fakultas Vokasi juga merespons antusias inisiatif pembangunan ini. Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Vokasi, Andi Pratama Putra, mengungkapkan apresiasi atas komitmen universitas. “Fasilitas yang lebih baik tentu akan meningkatkan kualitas pembelajaran kami. Kami berharap dengan adanya laboratorium modern dan pusat magang, kami lebih siap memasuki dunia industri setelah lulus,” kata Andi dalam kesempatan yang sama.
Dari perspektif akademisi, Dr. Ir. Siti Nurhasanah, M.Eng., ketua program studi perikanan budidaya, melihat pembangunan gedung laboratorium terpadu sebagai momentum untuk meningkatkan riset terapan. “Dengan peralatan modern, kami dapat melakukan penelitian yang lebih mendalam tentang inovasi perikanan berkelanjutan. Ini bukan sekadar infrastruktur fisik, tetapi investasi dalam knowledge creation,” ungkapnya.
### Dukungan Pemangku Kepentingan
Proyek pembangunan ini juga mendapat dukungan penuh dari berbagai pemangku kepentingan eksternal. Ketua Asosiasi Pengusaha Perikanan Indonesia (APPI) Cabang Kendari, Budi Santoso, dalam sambutannya menekankan relevansi proyek dengan kebutuhan industri. “Industri perikanan Sulawesi Tenggara sangat membutuhkan tenaga kerja terampil. Universitas Muhammadiyah Kendari dengan fasilitas baru ini akan menjadi supplier utama talenta ke industri kami,” jelasnya.
Pemerintah Kota Kendari, yang diwakili Asisten Pemerintahan Sekretariat Daerah, Ir. Bambang Supratman, juga mengapresiasi investasi universitas tersebut. “Pembangunan ini sejalan dengan visi Kota Kendari sebagai pusat ekonomi biru di kawasan timur. Kami siap memberikan fasilitas yang diperlukan dan kolaborasi dalam pengembangan kampus ini,” ujarnya.
### Pembiayaan dan Timeline Pelaksanaan
Pendanaan proyek Rp 87 miliar berasal dari berbagai sumber, meliputi dana internal universitas sebesar Rp 35 miliar, pinjaman lunak dari bank pembangunan daerah sebesar Rp 32 miliar, serta donasi dari alumni dan filantropis lokal sebesar Rp 20 miliar. Struktur pembiayaan ini menunjukkan komitmen jangka panjang universitas dalam mengembangkan institusi.
Timeline pelaksanaan proyek dibagi dalam beberapa fase. Fase pertama (April-Desember 2026) fokus pada konstruksi gedung laboratorium terpadu dan renovasi perpustakaan digital. Fase kedua (Januari-April 2027) mencakup penyelesaian pembangunan pusat pelatihan dan magang industri serta instalasi seluruh peralatan. Fase ketiga (Mei-Agustus 2027) merupakan tahap operasionalisasi dan soft opening, sementara grand opening dijadwalkan pada September 2027 bersamaan dengan Dies Natalis Universitas Muhammadiyah Kendari yang ke-37.
### Visi Jangka Panjang
Meski proyek ini selesai pada 2027, Rektor Prof. Jamaluddin menekankan bahwa ini bukan akhir melainkan permulaan dari transformasi yang berkelanjutan. “Kami telah menyiapkan master plan pengembangan kampus hingga 2035 yang mencakup pembangunan asrama mahasiswa modern, gedung rektorat baru, dan sport center. Proyek saat ini adalah fondasi dari transformasi besar itu,” tuturnya.
Universitas juga telah mengidentifikasi peluang akreditasi internasional, khususnya dari ASEAN University Network (AUN) dan ABET untuk program-program teknis vokasi. Dengan infrastruktur yang lebih baik, target akreditasi internasional diproyeksikan dapat dicapai dalam tiga tahun.
### Penutup
Peluncuran proyek pembangunan infrastruktur Universitas Muhammadiyah Kendari pada 09 April 2026 menandai optimisme baru bagi institusi pendidikan vokasi di Sulawesi Tenggara. Investasi sebesar Rp 87 miliar ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan ekspresi konkret komitmen universitas untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi dan berkontribusi pada pengembangan sumber daya manusia yang kompeten di kawasan timur Indonesia.
Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, baik internal maupun eksternal, serta manajemen yang transparan dan profesional, proyek ini diproyeksikan akan menciptakan dampak positif jangka panjang bagi institusi, mahasiswa, dan industri lokal. Kendari dan sekitarnya kini menanti realisasi dari visi ambisius universitas ini dalam dua tahun mendatang.
—
Wartawan: Reski Dwiantara | Kendari, 09 April 2026