KENDARI – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Vokasi Universitas Muhammadiyah Kendari resmi meluncurkan program “Vocational Skills Development Initiative” (VSDI) pada hari Sabtu, 19 April 2026. Program inovatif ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi praktis mahasiswa di luar kurikulum akademik melalui serangkaian workshop, pelatihan, dan mentoring langsung dari praktisi industri.
Peluncuran program tersebut berlangsung di Aula Utama Fakultas Vokasi yang terletak di Jalan Sultan Hasanuddin, Kendari, dengan dihadiri oleh ratusan mahasiswa, pejabat kampus, serta undangan dari berbagai industri lokal dan nasional. Antusiasme peserta tercermin dari penuh sesaknya ruangan dan banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi diskusi.
Latar Belakang dan Visi Program
Organisasi mahasiswa Fakultas Vokasi melihat adanya kesenjangan signifikan antara keterampilan yang diajarkan di kampus dengan kebutuhan industri yang terus berkembang pesat. Sebagai institusi pendidikan vokasi, Universitas Muhammadiyah Kendari seharusnya menjadi jembatan utama bagi mahasiswa untuk menguasai keterampilan praktis yang relevan dengan dunia kerja.
“Kami melihat bahwa banyak lulusan kami yang memiliki pengetahuan teoritis yang baik, tetapi masih membutuhkan pengalaman praktis yang lebih mendalam. VSDI hadir sebagai solusi untuk menjembatani gap tersebut,” ujar Muhammad Rizki Pranoto, Ketua BEM Fakultas Vokasi Unismuh Kendari, dalam sambutannya.
Program ini mencakup beberapa pillar utama, yakni keterampilan digital, entrepreneurship, soft skills, dan technical skills sesuai dengan program studi yang ada di Fakultas Vokasi. Dengan target ambisius 500 peserta dalam bulan pertama, BEM yakin program ini dapat memberikan dampak signifikan bagi pengembangan karir mahasiswa.
Struktur dan Implementasi Program
VSDI dirancang dengan pendekatan modular yang fleksibel, memungkinkan mahasiswa untuk mengikuti pelatihan sesuai dengan kebutuhan dan minat mereka. Program ini dibagi menjadi empat kategori utama, yakni “Digital Mastery Track” untuk pengembangan keterampilan teknologi informasi, “Business & Entrepreneurship Track” untuk pengembangan jiwa entrepreneur, “Professional Excellence Track” untuk pengembangan soft skills, dan “Technical Expertise Track” yang spesifik untuk setiap program studi.
Setiap track dirancang dengan durasi yang bervariasi, mulai dari workshop singkat selama dua jam hingga pelatihan intensif selama satu bulan penuh. Peserta akan mendapatkan sertifikat resmi yang diakui oleh kampus setelah menyelesaikan setiap modul pembelajaran.
“Kami telah menjalin kerjasama dengan lebih dari 20 perusahaan lokal dan nasional yang siap menjadi mentor dan penyedia konten pelatihan. Mereka akan berbagi pengalaman praktis mereka dengan mahasiswa kami,” jelas Ayu Puspita Sari, Wakil Ketua Bidang Kaderisasi BEM Fakultas Vokasi, kepada media.
Investasi organisasi mahasiswa dalam program ini tidak kecil. Dari dana yang dialokasikan dari kas BEM dan dukungan sponsor industri, BEM telah menyiapkan lebih dari 500 juta rupiah untuk mendukung penyelenggaraan program selama tahun akademik 2026/2027. Anggaran tersebut digunakan untuk honorarium narasumber, penyediaan materi pembelajaran, sertifikasi, dan penyelenggaraan acara penutup.
Dukungan Pimpinan Universitas
Peluncuran program VSDI mendapatkan sambutan hangat dari pimpinan Universitas Muhammadiyah Kendari. Dekan Fakultas Vokasi, Dr. Ir. Suhartono, M.T., hadir langsung dalam acara peluncuran dan memberikan dukungan penuh untuk inisiatif BEM ini.
“Saya sangat apresiasi dengan inisiatif BEM Fakultas Vokasi ini. Program VSDI sejalan dengan visi fakultas untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya berpengetahuan luas tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang siap kerja. Kami berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh, baik dari sisi sarana prasarana maupun kebijakan akademik,” ujar Dr. Suhartono dalam kesempatan tersebut.
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Muhammad Yasir, juga memberikan pernyataan tertulis yang dibacakan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Bambang Sutrisno, M.Sc. “Organisasi mahasiswa adalah aset berharga kampus dalam menciptakan ekosistem pembelajaran yang dinamis dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Program VSDI menunjukkan kesadaran mahasiswa tentang pentingnya adaptasi terhadap perubahan zaman. Kami percaya bahwa kolaborasi antara akademik formal, organisasi mahasiswa, dan industri adalah kunci kesuksesan pendidikan vokasi,” demikian isi pernyataan rektor.
Testimoni dan Harapan Mahasiswa
Mahasiswa yang hadir dalam acara peluncuran menunjukkan antusiasme tinggi terhadap program VSDI. Salah satunya adalah Fahmi Hidayat, mahasiswa tingkat tiga Program Studi Teknik Mesin Vokasi, yang melihat program ini sebagai kesempatan emas untuk meningkatkan skill sebelum lulus kuliah.
“Saya sangat tertarik dengan Digital Mastery Track karena saya ingin belajar tentang automasi dan robotika yang sedang berkembang pesat di industri manufaktur. Semoga program ini benar-benar bisa membantu kami mempersiapkan diri untuk dunia kerja,” ungkap Fahmi dengan antusias.
Sementara itu, Mira Kusuma, mahasiswa Program Studi Administrasi Bisnis, menganggap program ini sebagai wadah yang tepat untuk mengasah soft skills dan entrepreneurship. “Saya punya ide untuk memulai usaha kecil setelah lulus nanti, dan saya berharap Business & Entrepreneurship Track di VSDI bisa membantu saya merencanakan bisnis dengan lebih matang,” katanya.
Responsitas mahasiswa terhadap program ini sangat positif. Pendaftaran peserta telah dibuka sejak minggu sebelum peluncuran resmi, dan dalam waktu singkat sudah mencapai lebih dari 300 pendaftar. Angka ini menunjukkan bahwa mahasiswa Fakultas Vokasi sangat membutuhkan platform seperti ini untuk pengembangan diri mereka.
Kemitraan Strategis dengan Industri
Kesuksesan VSDI sangat bergantung pada kemitraan yang solid dengan berbagai industri dan perusahaan. BEM Fakultas Vokasi telah berhasil menjalin kerja sama dengan perusahaan-perusahaan terkemuka di Sulawesi Tenggara dan Indonesia, termasuk PT Pertamina Regional Sulawesi, PT Indonesia Power Sulawesi, CV Teknisi Kendari, dan beberapa UMKM lokal yang sedang berkembang.
“Kami melihat program VSDI sebagai investasi jangka panjang dalam pengembangan sumber daya manusia lokal. Dengan berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada mahasiswa, kami tidak hanya membangun talenta untuk industri kami, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan daerah,” ucap Direktur PT Indonesia Power Sulawesi, Ir. Agus Setiawan, yang turut serta dalam acara peluncuran.
Lebih lanjut, Agus menyampaikan bahwa perusahaannya berkomitmen untuk menyediakan mentor berkualitas dan bahkan kesempatan magang bagi mahasiswa yang menunjukkan performa terbaik dalam program VSDI.
Dampak Jangka Panjang yang Diharapkan
BEM Fakultas Vokasi memiliki visi jangka panjang yang ambisius dengan adanya program VSDI ini. Tidak hanya meningkatkan kompetensi mahasiswa, tetapi juga diharapkan dapat meningkatkan tingkat employability lulusan dan menciptakan ekosistem entrepreneur muda di kampus.
“Dalam jangka panjang, kami berharap VSDI dapat menjadi flagship program organisasi mahasiswa yang diakui, bukan hanya di tingkat lokal atau regional, tetapi juga di tingkat nasional. Kami ingin menunjukkan bahwa organisasi mahasiswa bukan hanya wadah ekstrakurikuler, melainkan partner strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan,” ujar Muhammad Rizki dengan penuh semangat.
Target spesifik yang ditetapkan BEM meliputi: (1) meningkatkan rata-rata skor employability mahasiswa Fakultas Vokasi sebesar 25 persen dalam dua tahun, (2) menghasilkan minimal 50 startup atau usaha kecil yang didirikan oleh alumni peserta VSDI dalam tiga tahun, (3) meningkatkan tingkat kepuasan industri terhadap kualitas lulusan Fakultas Vokasi Unismuh Kendari hingga 80 persen.
Penutup
Peluncuran VSDI pada 19 April 2026 menandai era baru dalam peran organisasi mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Kendari. Program ini bukan sekadar inisiatif yang baik di atas kertas, melainkan upaya konkret untuk menjembatani kesenjangan antara akademik dan industri.
Dengan dukungan penuh dari pimpinan universitas, partisipasi antusias mahasiswa, dan kemitraan strategis dengan berbagai industri, VSDI memiliki potensi besar untuk mengubah landscape pengembangan karir mahasiswa di Fakultas Vokasi. Program ini diharapkan menjadi model yang dapat diadopsi oleh organisasi mahasiswa di fakultas-fakultas lain di Unismuh Kendari.
Seiring dengan era transformasi digital dan perubahan industri yang cepat, inisiatif seperti VSDI menjadi semakin penting. Mahasiswa Fakultas Vokasi sekarang memiliki kesempatan untuk tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung dari praktisi berpengalaman. Ini adalah langkah positif menuju terciptanya generasi profesional muda yang siap menghadapi tantangan dunia kerja modern.
—
Artikel ini ditulis berdasarkan informasi dari acara peluncuran Vocational Skills Development Initiative (VSDI) BEM Fakultas Vokasi Universitas Muhammadiyah Kendari, yang diselenggarakan pada Sabtu, 19 April 2026.