KENDARI – Prestasi gemilang kembali diraih oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari (Unismuh Kendari), khususnya dari Fakultas Vokasi. Tiga mahasiswa program studi Teknik Mesin dan Teknologi Informasi berhasil memenangkan medali emas dalam ajang Asian Vocational Technology Competition 2026 yang diselenggarakan di Bangkok, Thailand, pada 5–8 April 2026 lalu. Pencapaian luar biasa ini menandai momentum penting bagi Fakultas Vokasi dalam meningkatkan reputasi akademik di tingkat internasional.
Tim yang terdiri dari Ridho Pratama (Program Studi Teknik Mesin), Siti Nurhaliza (Program Studi Teknologi Informasi), dan Aditya Gunawan (Program Studi Teknik Mesin) berhasil mengalahkan pesaing dari 12 negara Asia Tenggara dengan proyek inovatif berjudul “Smart Irrigation System with IoT Integration untuk Pertanian Berkelanjutan.” Karya mereka menggabungkan keahlian teknik mesin dan teknologi informasi untuk menciptakan solusi irigasi otomatis yang ramah lingkungan dan efisien energi.
Perjalanan Menuju Juara
Kesuksesan tim tidak datang begitu saja. Persiapan intensif telah dilakukan selama enam bulan sebelumnya. Ridho Pratama menjelaskan bahwa ide dasar proyek ini berasal dari observasi langsung terhadap petani di sekitar Kendari yang masih menggunakan sistem irigasi manual dan boros air. “Kami melihat potensi besar untuk mengintegrasikan teknologi modern ke dalam pertanian lokal. Konsep awal dibuat saat kami mengikuti praktikum di semester lima,” ungkap Ridho dalam wawancara di kampus Unismuh Kendari, Jalan Sultan Qaimuddin, Kendari, Kamis (10/4/2026).
Siti Nurhaliza menambahkan bahwa kolaborasi lintas program studi menjadi kunci kesuksesan mereka. “Kami belajar untuk tidak hanya fokus pada disiplin ilmu masing-masing, tetapi juga memahami bagaimana integrasi teknologi dapat menciptakan solusi yang holistik. Tim kami sering mengadakan diskusi hingga malam untuk menyempurnakan setiap detail,” ujar Siti dengan penuh semangat.
Dukungan dari dosen pembimbing juga memainkan peran strategis. Dr. Ir. Hasanuddin Mursalim, M.T., selaku dosen pembimbing dari Program Studi Teknik Mesin, bersama dengan Ir. Putri Wulandari, S.Kom., M.T. dari Program Studi Teknologi Informasi, memberikan guidance akademik yang mendalam. Mereka memastikan bahwa setiap aspek teknis proyek telah melalui standar internasional dan feasibility yang layak.
Spesifikasi Proyek Pemenang
Proyek “Smart Irrigation System with IoT Integration” dirancang dengan fitur-fitur canggih yang responsif terhadap kebutuhan pertanian modern. Sistem ini menggunakan sensor kelembaban tanah yang terhubung dengan platform cloud berbasis aplikasi mobile untuk memantau kondisi lahan secara real-time. Petani dapat menyesuaikan jadwal irigasi dengan presisi tinggi, sehingga menghemat penggunaan air hingga 40 persen dan mengurangi biaya operasional.
Komponen mekanis dirancang dengan material ramah lingkungan dan dapat diadaptasi untuk berbagai jenis lahan pertanian. Sistem juga dilengkapi dengan artificial intelligence yang mempelajari pola cuaca lokal untuk optimalisasi penyiraman otomatis. Prototipe yang dibawa ke Bangkok telah diuji di lapangan pertanian milik petani mitra di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, dengan hasil yang memuaskan.
“Kami memilih fokus pada solusi yang tidak hanya canggih secara teknologi, tetapi juga dapat diakses dan dipraktikkan oleh petani dengan tingkat pendidikan dan ekonomi yang beragam,” jelas Aditya Gunawan, ketiga anggota tim yang bertanggung jawab atas integrasi sistem hardware dan software.
Kompetisi Bergengsi Internasional
Asian Vocational Technology Competition 2026 adalah ajang kompetisi tahunan yang diikuti oleh institusi pendidikan vokasi terbaik dari Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina, Vietnam, Kamboja, Laos, Myanmar, Brunei, Timor Leste, dan Banglades. Kompetisi ini diselenggarakan oleh ASEAN Vocational Education Association (AVEA) dengan dukungan penuh dari pemerintah Thailand dan beberapa organisasi internasional.
Peserta harus melalui tahapan seleksi ketat yang meliputi presentasi proposal, demonstrasi prototipe, dan sesi tanya jawab dengan panel juri internasional. Panel juri terdiri dari praktisi industri, akademisi terkemuka, dan pejabat dari kementerian pendidikan masing-masing negara. Total hadiah utama mencapai 500 juta rupiah, dengan kategori yang beragam mulai dari teknologi manufaktur, energi terbarukan, hingga solusi pertanian berkelanjutan.
Menurut data yang dihimpun, Universitas Muhammadiyah Kendari menjadi satu-satunya institusi pendidikan vokasi dari Sulawesi Tenggara yang berhasil meraih medali emas dalam kompetisi ini. Prestasi ini melampaui ekspektasi awal mengingat Unismuh Kendari masih relatif baru dalam ajang kompetisi internasional tingkat ASEAN.
Respons Pimpinan Kampus
Prof. Dr. Ir. Bambang Suryanto, M.Sc., Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, menyambut dengan antusiasme tinggi pencapaian mahasiswa tersebut. Dalam konferensi pers yang digelar di Aula Kampus Unismuh Kendari pada Jumat (11/4/2026), Rektor Bambang menekankan bahwa prestasi ini mencerminkan komitmen institusi terhadap keunggulan akademik.
“Mahasiswa kami telah membuktikan bahwa pendidikan vokasi berkualitas tinggi tidak hanya ada di pulau Jawa atau kota-kota besar. Kendari memiliki potensi dan sumber daya manusia yang kompeten untuk bersaing di tingkat internasional. Pencapaian ini akan kami dokumentasikan sebagai milestone penting bagi Universitas Muhammadiyah Kendari,” ucap Prof. Bambang dengan bangga.
Dr. Ayu Kusuma Wardhani, S.T., M.T., Dekan Fakultas Vokasi, menambahkan komitmen untuk terus mendorong inovasi mahasiswa. “Kami akan meningkatkan pendanaan untuk penelitian dan pengembangan mahasiswa, serta memperluas akses ke kompetisi internasional. Fakultas Vokasi harus menjadi pusat inovasi yang tidak hanya menghasilkan lulusan siap kerja, tetapi juga entrepreneur dan innovator,” jelas Dr. Ayu Kusuma dalam kesempatan yang sama.
Lebih lanjut, Dekan menjelaskan bahwa Fakultas Vokasi akan menyelenggarakan workshop internasional mengenai inovasi teknologi berkelanjutan pada semester ganjil tahun akademik 2026/2027. Workshop ini akan mengundang praktisi dan akademisi dari berbagai negara ASEAN untuk berbagi pengalaman dan best practices dalam pengembangan proyek inovatif.
Dampak terhadap Ekosistem Akademik
Prestasi tim mahasiswa ini diharapkan akan membawa dampak positif yang luas terhadap ekosistem akademik Universitas Muhammadiyah Kendari. Pertama, pencapaian ini akan meningkatkan motivasi mahasiswa lain untuk aktif mengikuti kompetisi akademik dan inovasi. Beberapa mahasiswa tahun ketiga telah mengajukan proposal untuk mengikuti International Innovation Summit di Singapura pada akhir tahun 2026.
Kedua, reputasi Unismuh Kendari di mata stakeholder eksternal, baik dari industri maupun institusi pendidikan lain, akan semakin meningkat. Hal ini diharapkan akan membuka peluang kerjasama lebih luas, baik dalam bentuk magang, dual degree program, maupun joint research projects dengan universitas internasional.
Ketiga, pencapaian ini akan menarik perhatian pemerintah daerah Sulawesi Tenggara untuk memberikan dukungan lebih besar terhadap pengembangan pendidikan vokasi. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara telah menjalin kesepakatan dengan Unismuh Kendari untuk mengembangkan inkubator bisnis yang mendukung mahasiswa dalam mengkomersialisasi hasil inovasi mereka.
“Kami sudah menerima inquiry dari beberapa kelompok petani di Kabupaten Konawe dan Muna yang tertarik untuk mengimplementasikan sistem irigasi pintar hasil karya mahasiswa kami. Ini menunjukkan bahwa inovasi akademik dapat langsung berkontribusi pada pemberdayaan masyarakat,” ungkap Dr. Ayu Kusuma dengan optimis.
Rencana Pengembangan Berkelanjutan
Tim pemenang telah merencanakan langkah-langkah pengembangan lebih lanjut untuk proyek mereka. Mereka akan mendaftarkan hak kekayaan intelektual (HKI) dalam bentuk paten bersama dengan universitas. Selain itu, mereka juga sedang mengembangkan versi komersial yang dapat dijual ke petani dengan harga terjangkau.
“Kami ingin memastikan bahwa inovasi kami tidak hanya menjadi proyek akademik yang berakhir saat kompetisi selesai. Kami berkomitmen untuk menjadikan sistem ini sebagai produk yang memberikan manfaat nyata kepada masyarakat,” terang Ridho dengan tekad yang kuat.
Universitas Muhammadiyah Kendari juga telah mengalokasikan dana khusus sebesar 200 juta rupiah untuk mendukung implementasi pilot project di lima desa di Sulawesi Tenggara dalam tahun akademik 2026/2027. Dana ini akan digunakan untuk instalasi sistem, pelatihan petani, dan monitoring berkelanjutan.
Penutup
Prestasi mahasiswa Fakultas Vokasi Universitas Muhammadiyah Kendari dalam meraih medali emas di Asian Vocational Technology Competition 2026 bukan hanya sekadar penghargaan akademik. Pencapaian ini merupakan bukti nyata bahwa pendidikan vokasi berkualitas dapat diselenggarakan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di kota-kota yang jauh dari pusat kegiatan akademik nasional seperti Kendari.
Kesuksesan Ridho Pratama, Siti Nurhaliza, dan Aditya Gunawan menginspirasi generasi mahasiswa muda lainnya untuk berani berinovasi, berkolaborasi lintas disiplin ilmu, dan berorientasi pada solusi nyata untuk masalah-masalah sosial. Semangat entrepreneurship dan inovasi yang mereka tunjukkan sejalan dengan visi Universitas Muhammadiyah Kendari sebagai institusi pendidikan yang menghasilkan lulusan berkarakter, berkompetensi, dan berdaya saing global.
Ke depannya, diharapkan prestasi ini menjadi awal dari serangkaian pencapaian internasional lainnya yang akan meningkatkan visibilitas dan kredibilitas Universitas Muhammadiyah Kendari sebagai pusat pendidikan vokasi terdepan di Indonesia timur. Dengan dukungan penuh dari pimpinan kampus, dosen, dan pemerintah daerah, tidak mustahil bahwa Kendari akan menjadi pusat inovasi teknologi berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara dalam beberapa tahun mendatang.
—
Laporan: Redaksi Jurnalisme Kampus Unismuh Kendari
Kendari, 11 April 2026