KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya melalui Fakultas Vokasi, telah mengambil langkah strategis dalam mengakselerasi inovasi penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat. Pada Rabu, 3 April 2026, kampus yang berlokasi di jantung Kota Kendari ini secara resmi meluncurkan tiga proyek penelitian inovatif yang melibatkan kolaborasi intensif antara dosen dan mahasiswa. Penelitian-penelitian tersebut difokuskan pada pengembangan teknologi pertanian berkelanjutan yang dirancang khusus untuk memberdayakan petani lokal di kawasan Sulawesi Tenggara.
Acara peluncuran yang berlangsung di Aula Dekanat Fakultas Vokasi ini menghadirkan berbagai stakeholder penting, mulai dari pimpinan universitas, dekan dan para wakil dekan, para dosen peneliti, mahasiswa, hingga perwakilan dari Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Tenggara dan kelompok tani dari berbagai daerah di sekitar Kendari. Antusiasme yang ditunjukkan oleh para peserta mencerminkan komitmen bersama untuk menghadirkan solusi praktis yang dapat langsung diimplementasikan di lapangan.
Latar Belakang dan Motivasi Penelitian
Penetapan tema penelitian inovatif ini tidak datang begitu saja. Berdasarkan riset pendahuluan yang dilakukan oleh tim Fakultas Vokasi selama enam bulan terakhir, teridentifikasi beberapa tantangan kritis yang dihadapi oleh petani di Sulawesi Tenggara. Tantangan tersebut mencakup rendahnya produktivitas lahan, keterbatasan akses terhadap teknologi pertanian modern, serta praktik pertanian yang belum optimal dalam hal efisiensi sumber daya air dan penggunaan pupuk organik.
“Kami memahami bahwa pertanian masih menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat di Sulawesi Tenggara. Namun, kondisi alam yang kadang ekstrem dan infrastruktur pendukung yang masih terbatas menjadi hambatan serius bagi peningkatan kesejahteraan petani,” ungkap Dr. Ir. Hendra Kusuma, S.T., M.Eng., Dekan Fakultas Vokasi Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam sambutan pembukaan acara.
Menurutnya, Fakultas Vokasi memiliki tanggung jawab khusus untuk menciptakan penelitian yang tidak hanya teoretis, tetapi juga praktis dan langsung memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat. “Vokasi berarti pendidikan yang berorientasi pada keterampilan dan keahlian praktis. Demikian pula, penelitian kami harus menghasilkan solusi konkret yang dapat diterapkan secara langsung,” jelas Dekan Kusuma.
Tiga Proyek Penelitian Inovatif
Ketiga proyek penelitian yang diluncurkan pada kesempatan ini adalah sebagai berikut:
Pertama: Sistem Irigasi Tetes Otomatis Berbasis IoT untuk Efisiensi Penggunaan Air
Proyek pertama ini dipimpin oleh Dr. Budi Santoso, S.TP., M.Si., seorang dosen dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di bidang teknologi pertanian. Penelitian ini melibatkan 12 mahasiswa dari Program Studi Teknologi Pertanian dan Teknik Mesin. Tujuan utamanya adalah mengembangkan sistem irigasi tetes yang dilengkapi dengan sensor pintar dan dapat dikelola melalui aplikasi mobile, sehingga petani dapat mengoptimalkan penggunaan air dan meningkatkan efisiensi energi.
“Air adalah aset berharga di kawasan tropis. Sistem irigasi konvensional sering kali boros dan tidak efisien. Kami ingin menciptakan sistem yang tidak hanya hemat air, tetapi juga mudah digunakan oleh petani tanpa latar belakang teknologi yang tinggi,” jelas Dr. Budi dalam penjelasan detail tentang proyek tersebut.
Kedua: Pengembangan Kompos Organik dari Limbah Perkebunan Kelapa Sawit dan Kakao
Proyek kedua ini dipimpin oleh Prof. Dr. Siti Nurhaliza, M.Sc., seorang profesor muda yang telah menerbitkan berbagai artikel ilmiah internasional. Tim peneliti ini terdiri dari 15 mahasiswa dari Program Studi Agroindustri dan Manajemen Sumber Daya Alam. Fokus penelitian adalah mengubah limbah perkebunan menjadi kompos berkualitas tinggi yang dapat meningkatkan kesuburan tanah secara berkelanjutan.
“Sulawesi Tenggara memiliki potensi besar dalam perkebunan kelapa sawit dan kakao. Namun, limbah dari kedua komoditas ini seringkali tidak dikelola dengan baik dan bahkan menjadi beban lingkungan. Kami ingin membuktikan bahwa limbah ini dapat diubah menjadi nilai tambah yang menguntungkan petani dan menjaga kelestarian lingkungan,” papar Prof. Nurhaliza dengan antusias.
Ketiga: Platform Digital Pemasaran Produk Pertanian Lokal dan Sistem Traceability
Proyek ketiga melibatkan Program Studi Teknik Informatika dan Manajemen Bisnis, dipimpin oleh Ir. Muhammad Ridho, S.Kom., M.T. Tim ini beranggotakan 18 mahasiswa dengan fokus mengembangkan platform e-commerce khusus untuk produk pertanian lokal yang dilengkapi dengan sistem traceability (penelusuran produk) dari farm-to-table.
“Petani lokal sering mengalami kesulitan dalam menjangkau pasar yang lebih luas. Platform digital yang kami kembangkan dirancang khusus untuk menghubungkan petani langsung dengan konsumen, sehingga mereka dapat mendapatkan harga yang lebih adil dan konsumen mendapat kepastian tentang kualitas dan asal produk,” jelaskan Ir. Muhammad Ridho dalam presentasinya.
Metodologi dan Target Luaran
Ketiga proyek penelitian ini menggunakan pendekatan research and development (R&D) yang melibatkan riset lapangan intensif, prototipe, serta uji coba skala semi-komersial. Setiap proyek telah mengalokasikan dana penelitian dari anggaran universitas dan akan menjalin kerjasama dengan berbagai mitra eksternal, termasuk kelompok tani, pemerintah daerah, dan lembaga penelitian pemerintah.
Target luaran dari ketiga proyek ini sangat jelas dan terukur. Dari sisi akademis, diharapkan setiap proyek menghasilkan minimal dua publikasi ilmiah di jurnal nasional terakreditasi dan satu publikasi di jurnal internasional. Dari sisi praktis, ketiga proyek diharapkan dapat menghasilkan prototipe yang siap diuji coba di lapangan dalam waktu 12 bulan ke depan.
“Kami juga menargetkan untuk mendaftarkan minimal satu hak paten atau hak cipta dari setiap proyek. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk menciptakan intellectual property yang dapat berkontribusi pada inovasi nasional,” kata Dr. Hendra Kusuma.
Komitmen Universitas dan Dukungan Eksternal
Universitas Muhammadiyah Kendari telah menunjukkan komitmen serius terhadap penelitian ini dengan menyediakan fasilitas laboratorium yang modern, termasuk laboratorium pertanian, laboratorium informatika yang dilengkapi dengan peralatan terkini, serta ruang untuk pengembangan prototipe. Selain itu, universitas juga memberikan insentif finansial bagi dosen dan mahasiswa yang terlibat dalam penelitian.
“Kami mengalokasikan anggaran khusus untuk tiga proyek ini sebesar Rp 2,5 miliar dalam dua tahun ke depan. Ini adalah investasi kami dalam penelitian yang bermakna dan berdampak nyata bagi masyarakat,” ungkap Dr. H. Andi Munawar, S.E., M.Si., Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam sambutannya.
Selain dukungan internal universitas, ketiga proyek juga telah mengamankan dukungan dari berbagai pihak eksternal. Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Tenggara telah menyatakan dukungan penuhnya dan siap memfasilitasi kerjasama dengan kelompok tani. Sementara itu, PT Sinar Mas Agro Resources and Technology (SMART), sebuah perusahaan agribisnis terkemuka, juga telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk memberikan akses ke lahan uji coba dan dukungan teknis.
“Dukungan dari industri sangat penting untuk memastikan bahwa penelitian akademis ini memiliki relevansi praktis yang tinggi. Kami percaya bahwa kolaborasi tri-helix antara universitas, pemerintah, dan industri adalah kunci kesuksesan inovasi,” ujar Budi Harno, Direktur Operasional PT SMART Cabang Sulawesi Tenggara.
Dampak dan Harapan Jangka Panjang
Dampak potensial dari ketiga proyek penelitian ini sangat luas. Dalam jangka pendek, penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam penelitian berbasis masalah nyata. Mahasiswa akan mendapatkan pengalaman berharga dalam menjalankan penelitian dari awal hingga akhir, mulai dari identifikasi masalah, literature review, desain eksperimen, hingga analisis dan publikasi hasil.
Dalam jangka menengah, prototipe dan solusi yang dikembangkan diharapkan dapat diuji coba di lapangan dengan melibatkan kelompok tani sebagai mitra. Feedback dari petani akan digunakan untuk menyempurnakan teknologi sebelum diproduksi secara massal atau ditransfer ke industri yang berminat.
Dalam jangka panjang, penelitian-penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan produktivitas pertanian, kesejahteraan petani, dan keberlanjutan lingkungan di Sulawesi Tenggara. Lebih dari itu, ini juga merupakan upaya untuk memposisikan Universitas Muhammadiyah Kendari sebagai pusat inovasi pertanian di kawasan timur Indonesia.
“Kami bermimpi bahwa dalam lima tahun ke depan, Fakultas Vokasi kami dapat menjadi rujukan utama bagi pengembangan teknologi pertanian berkelanjutan di kawasan timur Indonesia. Penelitian yang kami luncurkan hari ini adalah langkah pertama menuju visi tersebut,” ungkap Dr. Hendra Kusuma dengan penuh optimisme.
Penutup
Peluncuran tiga proyek penelitian inovatif oleh Fakultas Vokasi Universitas Muhammadiyah Kendari menandai momentum penting dalam perjalanan universitas menuju menjadi lembaga pendidikan vokasi yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga inovasi yang berdampak bagi masyarakat. Antusiasme yang ditunjukkan oleh seluruh stakeholder memberikan kepercayaan bahwa proyek-proyek ini akan berjalan dengan lancar dan mencapai target yang telah ditetapkan.
Ke depan, diharapkan penelitian ini menjadi model bagi penelitian-penelitian lain yang akan dilakukan oleh civitas akademika Universitas Muhammadiyah Kendari. Dengan terus berinovasi dan berkolaborasi, universitas ini yakin dapat memainkan peran signifikan dalam pembangunan berkelanjutan di Sulawesi Tenggara.
—
Penulis: Tim Berita Kampus
Kendari, 3 April 2026